Tari Bali Libatkan Bidadari Pelindung Sawah Ini Terancam Punah

Penari Bali menarikan tari pendet saat pembukaan WKF World Junior, Cadet and U-21 Championship 2015 di ICE Serpong, Banten, Kamis (12/11/2015). 1.425 peserta dari 91 negara berlaga di ajang ini. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Liputan6.com, Jakarta – Ada satu tarian Bali yang berada di ambang kepunahan. Padahal akhir tahun lalu, Organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan (UNESCO) mengakui jika tarian tersebut merupakan warisan budaya dunia.

Tari Sang Hyang Dedari namanya. Bahkan, warga Desa Bona, Gianyar, Bali Selatan yang diyakini sebagai wilayah asal Sang Hyang Dedari, sudah tak lagi menarikan ritual sakral tersebut.

Keterangan itu disampaikan seorang tetua desa (pekak) yang ditemui di Sanggar Tari Paripurna, I Made Sijah.

“Ada dua tari di Desa Bona, Sang Hyang Dedari dan Sang Hyang Jaran. Dulu, keduanya masih ditarikan di pura, sekarang warga menarikan tari itu tetapi untuk tamu (turis),” ujar Sijah seperti dikutip dari Antara, Rabu (10/8/2016).

“Dulunya, beberapa kali ritual masih ditarikan saat odalan (hari raya) seperti Galungan dan Kuningan,” dia menambahkan.

Saat ini Tari Sang Hyang Dedari kian langka, karena ‘taksu’ (ketulusan) menjalankan ritual dianggap telah hilang. “Bidadarinya tak mau lagi melinggih (memasuki tubuh para penari), mungkin karena taksunya sudah tak ada.”

Situasi yang sama juga terjadi pada warga Denpasar, wilayah yang dulunya sempat memiliki ritual Tari Sang Hyang Dedari. Ni Ketut Arini, seorang maestro tari dari Desa Sumerta, Denpasar mengakui dirinya pernah menarikan Sang Hyang Dedari di Banjar atau desa adatnya.

“Dulu sebelum mementaskan Legong, para penari mesti menarikan Sang Hyang Dedari terlebih dahulu”, kata Arini saat ditemui di sanggar tari miliknya, Warini di Denpasar.

“Saya teringat banyak warga masih menarikan Tari Sang Hyang sekitar tahun 1960-an, ada banjar di Sanur yang menjalankan ritual tersebut. Saat ini memang tari itu jarang, bahkan tampaknya tak ditarikan lagi di Bali,” tutur perempuan yang kerap mengajar tari Bali di Jepang dan Amerika Serikat itu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s